ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PASIEN BPJS DI PUSKESMAS MEO-MEO

INDRIAN EKA CIPTA, PBB220083 (2025) ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PASIEN BPJS DI PUSKESMAS MEO-MEO. Diploma thesis, POLITEKNIK BAUBAU.

[thumbnail of BAB I KTI.pdf] Text
BAB I KTI.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (158kB)
[thumbnail of BAB II KTI.pdf] Text
BAB II KTI.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (111kB)
[thumbnail of BAB III KTI.pdf] Text
BAB III KTI.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (56kB)

Abstract

ABSTRAK

INDRIAN EKA CIPTA. Analisis Keakuratan Kode Diagnosis Pasien BPJS di Puskesmas Meo-Meo. (dibimbing oleh Ahmad Amiruddin dan Rika Setyowati).

Rekam medis memiliki peran penting dalam menunjang mutu pelayanan kesehatan, salah satunya melalui ketepatan kode diagnosis berbasis ICD-10. Keakuratan kode diagnosis diperlukan untuk menghasilkan data kesehatan yang valid, mendukung proses klaim BPJS, dan memengaruhi penilaian akreditasi Puskesmas. Namun, di instansi kesehatan masih sering ditemukan ketidakakuratan dalam pencatatan kode diagnosis. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis keakuratan kode diagnosis pasien BPJS rawat jalan di Puskesmas Meo-Meo berdasarkan standar ICD-10 edisi Tahun 2016. Sampel penelitian berjumlah 92 berkas rekam medis pasien BPJS bulan Oktober 2024 yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan checklist berdasarkan ICD-10 edisi Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 berkas rekam medis (43,4%) memiliki kode diagnosis akurat, 28 berkas (30,4%) tidak akurat, dan 24 berkas (26,0%) tidak terkode. Dari segi kelengkapan, 68 berkas (73,9%) tercatat lengkap, sedangkan 24 berkas (26,0%) tidak lengkap. Kesimpulan tingkat akurasi kode diagnosis pasien BPJS di Puskesmas Meo-Meo masih rendah meskipun kelengkapan data cukup baik. Faktor penyebab antara lain keterbatasan pengetahuan petugas dalam penggunaan ICD-10 serta kebiasaan menggunakan referensi non-standar. Diperlukan pelatihan rutin dan pedoman internal agar kualitas data rekam medis lebih akurat dan mendukung mutu pelayanan kesehatan.
Kata kunci: Keakuratan kode diagnosis, rekam medis, BPJS, ICD-10, Puskesmas Meo-Meo.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Divisions: Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Depositing User: Unnamed user with username salmansay
Date Deposited: 22 Jan 2026 06:39
Last Modified: 22 Jan 2026 06:39
URI: https://repositori.poltekbaubau.ac.id/id/eprint/778

Actions (login required)

View Item
View Item