ANALISIS KEBUTUHAN BEBAN KERJA SUMBER DAYA MANUSIA TENAGA REKAM MEDIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABK-Kes DI PUSKESMAS GU KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2025

WA ASIFA, PBB220016 (2025) ANALISIS KEBUTUHAN BEBAN KERJA SUMBER DAYA MANUSIA TENAGA REKAM MEDIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABK-Kes DI PUSKESMAS GU KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2025. Diploma thesis, POLITEKNIK BAUBAU.

[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (205kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (293kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (192kB)

Abstract

ABSTRAK

WA ASIFA, Analisis Kebutuhan Beban Kerja Sumber Daya Manusia Tenaga Rekam Medis Menggunakan Metode ABK-Kes di Puskesmas Gu Kabupaten Buton Tengah Tahun 2025 (Dibimbing oleh Ahmad Amiruddin J Dan Sri Wahyuni).

Salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan rekam medis adalah sumber daya manusia, karena merupakan aset utama dalam memberikan tenaga, potensi, kreativitas, dan upaya menuju peningkatan pelayanan di puskesmas. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan adalah analisis beban kerja kesehatan (ABK-Kes). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kebutuhan sumber daya manusia tenaga rekam medis dengan menggunakan metode ABK-Kes di Puskesmas Gu Kabupaten Buton Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan case study dan observasional analitik. Sampel dalam penelitian ini yaitu petugas rekam medis dan kepala rekam medis puskesmas Gu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waktu Kerja Tersedia (WKT) adalah 1.939 jam/tahun atau 116.340 menit/tahun. Berdasarkan perhitungan, Standar Beban Kerja (SBK) pendaftaran pasien baru adalah 9.614, pendaftaran pasien lama 13.654, skrining 19.390, analisis 23.268, dan koding 77.560. Faktor Tugas Penunjang (FTP) 1,4% dan Standar Tugas Penunjang (STP) 1,02 menghasilkan pengali terhadap kebutuhan tenaga, sehingga total kebutuhan petugas rekam medis (JKT) adalah 1,62 atau dibulatkan menjadi 2 orang. Kesimpulannya, Puskesmas Gu masih kekurangan tenaga rekam medis dengan latar belakang pendidikan rekam medis. Oleh karena itu, diperlukan penambahan 2 orang tenaga rekam medis dengan latar belakang pendidikan rekam medis dan informasi kesehatan.

Kata Kunci: Sumber daya manusia, Analisis Beban Kerja, ABK-Kes, Rekam Medis

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Depositing User: Unnamed user with username salmansay
Date Deposited: 22 Jan 2026 02:04
Last Modified: 22 Jan 2026 02:04
URI: https://repositori.poltekbaubau.ac.id/id/eprint/763

Actions (login required)

View Item
View Item