TINJAUAN PELAKSANAAN DAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT BERDASARKAN ICD-10 DI PUSKESMAS BUNGI

SRIWULANDARI, PBB220060 (2025) TINJAUAN PELAKSANAAN DAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT BERDASARKAN ICD-10 DI PUSKESMAS BUNGI. Diploma thesis, POLITEKNIK BAUBAU.

[thumbnail of BAB 1 KTI WULANDARI.pdf] Text
BAB 1 KTI WULANDARI.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (345kB)
[thumbnail of BAB II KTI WULAN.pdf] Text
BAB II KTI WULAN.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (147kB)
[thumbnail of BAB III KTI WULAN.pdf] Text
BAB III KTI WULAN.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2030.

Download (110kB)

Abstract

ABSTRAK

SRIWULANDARI. Tinjauan Pelaksanaan dan Ketepatan Kode Diagnosa Penyakit Berdasarkan ICD-10 di Puskesmas Bungi (dibimbing oleh Sri Wahyuni dan Mega Ermasari Muzuh ).

Ketepatan pengkodean diagnosis sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berpengaruh langsung pada kualitas data yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan ketepatan pengkodean diagnosis penyakit menggunakan sistem ICD-10 di Puskesmas Bungi. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bungi Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus, pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, lembar studi dokumentasi. Hasil penelitian ini diperoleh Aspek Pelaksanaan Pengkodean Diagnosis, pengkodean diagnosis di Puskesmas Bungi telah dilakukan secara digital menggunakan sistem komputerisasi. Namun, tanggung jawab pengkodean masih berada pada dokter, sementara petugas hanya membantu input. Aspek ketepatan kode diagnosis, masih ditemukan ketidaktepatan pengkodean diagnosis, disebabkan oleh penggunaan istilah medis dalam bahasa Inggris, tulisan tangan dokter yang tidak terbaca, serta penggunaan singkatan tidak baku. Aspek kendala teknis dan non-teknis, kendala teknis yang dihadapi meliputi gangguan listrik, jaringan, serta keterbatasan sistem ICD-10 yang hanya mengenali istilah dalam bahasa Indonesia. Kendala non- teknis muncul dari tekanan pasien, diagnosis tidak lengkap, serta keterbatasan SDM dan koordinasi antar profesi. aspek strategi perbaikan dan kolaborasi, strategi perbaikan dilakukan melalui inisiatif individu petugas rekam medis dalam melengkapi kode diagnosis, disertai verifikasi ulang dengan dokter.. Kesimpulan pada penelitian bahwa penerapan Pelaksanaan dan Ketepatan Kode Diagnosa Penyakit perlu perbaikan dan peningkatan pengetahuan petugas rekam medis.

Kata Kunci : Pelaksanaan, Ketepatan, Kode ICD-10.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Kesehatan > Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Divisions: Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Depositing User: Unnamed user with username salmansay
Date Deposited: 22 Jan 2026 01:53
Last Modified: 22 Jan 2026 01:53
URI: https://repositori.poltekbaubau.ac.id/id/eprint/760

Actions (login required)

View Item
View Item